SAMBANGI PONPES HUJJATUL ISLAM KETAPANG, KPU SAMPANG SOSIALISASIKAN MEKANISME PINDAH MEMILIH

Sampang, kpud.sampangkab.go.id – Menjelang pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara dalam Pemilihan Umum Tahun 2019 tanggal 17 April 2019 atau 66 (enam puluh enam) hari lagi, KPU Kabupaten Sampang semakin gencar melakukan sosialisasi dan pendidikan pemilih, termasuk sosialisasi mekanisme pengurusan pindah memilih kepada warga yang tidak dapat datang ke TPS asal pada pemungutan dan penghitungan suara karena keadaan tertentu.

Keadaan tertentu yang dimaksud sebagaimana PKPU Nomor 37 Pasal 36 Ayat (3) adalah menjalankan tugas pada saat Pemungutan Suara; menjalani rawat inap di rumah sakit atau puskesmas dan keluarga yang mendampingi; penyandang disabilitas yang menjalani perawatan di panti sosial/panti rehabilitasi;  menjalani rehabilitasi narkoba; menjadi tahanan di rumah tahanan atau lembaga permasyarakatan, atau terpidana yang sedang menjalani hukuman penjara atau kurungan; tugas belajar/menempuh pendidikan menengah atau tinggi; pindah domisili; tertimpa bencana alam; dan/atau bekerja di luar domisilinya.

Sosialisasi pindah memilih dilakukan di beberapa pondok pesantren di Kabupaten Sampang, salah satunya Pondok Pesantren Hujjatul Islam Desa Bunten Barat Kecamatan Ketapang, Sampang, Minggu (10/02/19). Sosialisasi ini dilaksanakan untuk memberikan fasilitas pada masyarakat Kabupaten Sampang untuk menggunakan hak pilihnya meski tidak dapat hadir ke TPS asal pada hari pemungutan dan penghitungan suara.

Addy Imansyah, Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi KPU Kabupaten Sampang didampingi oleh PPK Kecamatan Ketapang menyampaikan mekanisme pindah memilih kepada Pengasuh Pondok Pesantren Hujjatul Islam Desa Bunten Barat, Kecamatan Ketapang, Sampang, KH. Zainal Abidin.

Addy Imansyah mengatakan bahwa sosialisasi mekanisme pindah memilih pada Pondok Pesantren sangat penting dilakukan, karena dimungkinkan santri tidak dapat pulang dan datang ke TPS asal pada pemungutan dan penghitungan suara tanggal 17 April 2019 mendatang. “Sangat penting KPU melakukan sosialisasi pada pondok pesantren karena santri yang punya hak pilih kemungkinan tidak pulang pada pemungutan suara.” kata Addy. “Hal ini merupakan bentuk fasilitasi dari KPU agar semua yang punya hak pilih dapat menggunakan hak pilihnya nanti.” tambah Addy.

Menurutnya, santri harus menggunakan hak pilihnya pada pemungutan dan penghitungan suara, karena partisipasi masyarakat termasuk para santri di lingkungan pondok pesantren akan menentukan kualitas demokrasi. (WR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *