SEPENINGGAL ROZAQ, KPU SAMPANG BAKAL DISIBUKKAN DENGAN SOSIALISASI

Sampang, kpud.sampangkab.go.id – Semenjak ditinggal Miftahur Rozaq, tercatat KPU Kabupaten Sampang hanya sekali mengadakan sosialisasi dan pendidikan pemilih dalam penyelenggaraan Pemilu Serentak Tahun 2019. Miftahur Rozaq dilantik sebagai Komisioner KPU Provinsi Jawa Timur, Rabu (20/02/19) di Jakarta. Pada waktu yang sama KPU Kabupaten Sampang melaksanakan kegiatan sosialisasi goes to campus di Poltera Sampang.

Sosialisasi dan pendidikan pemilih merupakan salah satu tahapan yang penting dalam meningkatkan proses dan hasil pemilu, meningkatkan partisipasi masyarakat, meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses demokrasi, dan membangkitkan kesukarelaan masyarakat dalam tahapan pemilu. KPU Kabupaten Sampang telah menyusun rencara aksi kerja menjelang pemungutan dan penghitungan suara tanggal 17 April 2019 untuk Tahun Anggaran 2019 pada awal Januari yang lalu.

Meskipun ditinggal oleh Miftahur Rozaq yang notabene adalah Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Parmas, dan SDM di KPU Kabupaten Sampang, KPU Kabupaten Sampang akan tetap melaksanakan sosialisasi dan pendidikan pemilih sebagaimana rencana aksi kerja yang telah disusun. Hal ini disampaikan oleh Ketua KPU Kabupaten Sampang, Syamsul Muarif dalam Rapat Evaluasi Rencana Aksi Kerja Menjelang 49 (empat puluh sembilan) Hari Pemungutan dan Penghitungan Suara, Rabu Malam (27/02/19). “Selain kegiatan pengelolaan logistik, rekrutmen KPPS, dan pemutakhiran data, Banyak kegiatan sosialisasi yang harus kita laksanakan, goes to campus masih 1 (satu) kali, sosialisasi tata cara coblos belum, talkshow di radio, dan lain sebagainya, kita musti susun kembali dari rencana aksi kerja yang kita susun, untuk memudahkan pemetaan konsep, waktu, dan penanggung jawab” kata Syamsul Muarif.

Rencananya, kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih yang menunjang suksesnya Pemilu Serentak Tahun 2019 ini, akan dilaksanakan selama Bulan Maret hinggal H-1 hari pemungutan dan penghitungan suara. Kegiatan sosialisasi dimaksud adalah sosialisasi dan pendidikan Pemilih dengan metode tatap muka kepada beberapa segmen pemilih, sosialisasi dengan metode talkshow di radio dan iklan, lomba-lomba, kreasi seni, KPU run, simulasi tata cara coblos, dan sosialisasi melalui alat peraga. (WR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *